BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam dunia
industri perlunya pengujian suatu produk untuk mendukung performa produk yang
dibuat. Perbedaan antara NDT dengan DT dari segi pengertian umumnya, jika NDT
adalah suatu pengujian tanpa merusak material yang dilakukan saat inspeksi
terhadap benda untuk mengetahui kerusakan yang ada pada benda itu dengan tujuan
untuk maintenance benda, lain halnya dengan DT. DT memungkinkan pada material
akan rusak dikarenakan harusnya menguji performa dari material itu.
Perbedaan
lainnya dari NDT dengan DT adalah dari segi waktu dan energi yang digunakannya,
jika NDT khusus untuk pengecekan. Alat uji NDT kebanyakan berukuran tidak besar
untuk pengujian terhadap bidang material yang luas, maka dilakukan berulang
pada bidang lainnya. Dan tentunya menguras tenaga dari manusia untuk pengecekan
bidang – bidang lainnya. Dan untuk DT tentunya hanya membutuhkan sample dan
tenaga mesin untuk menjalankan. Hal ini yang jelas berbeda dari NDT dengan DT.
Dalam pengertian ini, maka selanjutnya leak
test disebut sebagai Non-Destructive
test.
Tanpa ada pengujian terhadap suatu produk, tentu produk tersebut akan menimbulkan efek kerugian yang sangat besar bagi penggunanya. Leak
test adalah pengujian tingkat kebocoran yang terjadi pada saat conservator mulai berfungsi sebagai instalasi pendingin pada transformer dengan kapasitas 60 Mva. Standar pengujian adalah sesuai dengan FCI 70-2/ ANSI B16.104.
Conservator merupakan wadah untuk
menampung pemuaian pelumas yang terdapat pada transformer tank, di dalam suatu produk conservator terdapat banyak bagian-bagian (part-part)
yang saling terhubung satu sama lain diantaranya bagian top piping
assy, oil level indicator roof, oil level chamber, pipe support, elbow pipe,
atmoseal hanger, dll. PT Cidas Supra
Metalindo adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur dan salah satu perusahaan yang ditunjuk oleh PT. PLN (Persero) untuk membuat transformer.
Mekanisme pelakasanaan pengujian leak
test adalah setelah conservator sudah jadi atau terselesaikannya proses assy,
bagian conservator
side plate dengan cylindrical wall plate, maka dilakukan pengujian leak test dengan cara diberi tekanan berupa angin atau gas nitrogen (N₂)
melalui lubang pipa pada conservator dengan menggunakan peralatan test yaitu kompressor untuk memberikan tekanan berupa gas nitrogen (N2) dengan tekanan sebesar 80 kPa atau setara dengan 0,8 bar. Setelah peralatan test
terpasang lalu dihidupkan/ dinyalakan compressor sambil diberikan cairan berupa cairan sabun (liquid
soap ) yang
dilengkapi dengan
air dengan komposisi
1 liter deterjen atau sabun dan 5
liter air bersih. Persiapan cairan ini dilakukan dalam alat semprot manual
sebelum kemudian dilaksanakan pengujian untuk menghindarkan terjadinya gelembung dan busa.
1.2 Permasalahan
Proses pengujian Leak Test pada sambungan las conservator side plate dengan cylindrical wall plate untuk
transformer tipe Bambang Djaya kapasitas 60 Mva di
PT. Cidas Supra Metalindo.
1.3 Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis akan membahas bagaimana tata cara Leak Test dilakukan, terutama mengenai teknologi, prosedur dan cara kerja serta alat-alat yang digunakan oleh perusahaan di PT. Cidas Supra Metalindo.
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.
Menganalisa cara pengujian Leak
Test dilakukan.
2.
Menguraikan tata cara pengujian yang
dilaksanakan terhadap
sambungan las conservator side plate dengan cylindrical wall plate.
3. Mengetahui
cacat las yang menyebabkan kebocoran pada saat dilakukan pengujian leak test.
1.5 MetodePenulisan
Sebagai dasar isi dari penulisan diperlukan data-data
yang digunakan sebagai penunjang yang meliputi
:
1.
Studi Pustaka
Pengambilan data
dilakukan dengan membaca dan memahami buku-buku yang
berhubungan teknik pengelasan logam yang berhubungan dengan material, transformator, serta acuan standard FCI 70-2/ ANSI B16.104 untuk proses pengujian Leak Test sehingga dapat menjadi suatu produk.
Sehingga nantinya data-data yang disajikan lebih rinci dan jelas.
2.
Studi Lapangan
Pengambilan data dilakukan dengan beberapa metode, yaitu:
a.
Metode Observasi
Untuk mengembangkan
data-data yang telah ada, penulis melakukan pengamatan langsung kelapangan dengan mengamati kegiatan para pegawai
yang melakukan kegiatannya masing-masing, khususnya pada bagian Quality Control( QC ).
b.
Metode
Interview
Yaitu teknik pengumpulan
data secara langsung kepada objek penelitian dengan menggunakan teknik Tanya jawab secara langsung atau lisan kepada
orang-orang yang dianggap dapat memberikan
data-data yang dibutuhkan dan penelusuran lebih mendalam terhadap objek penelitian,
tentunya seputar pengujian leak
test.
1.6 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan ilmiah ini maka penulis membagi laporan ini menjadi empat bab,
supaya dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca,
sistematika penulisannya sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada awal bab pendahuluan ini berisikan mengenai latar belakang,
tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan,
dan juga sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab
ini berisi tentang teori – teori yang
berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas pada bab III, serta berisikan tentang uraian pengujian Leak
Test, yaitu meliputi proses pengujian Leak
Test dilakukan.
BAB III PEMBAHASAN
Bab
ini membahas tentang pengujian Leak Test untuk sambungan las conservator side plate dengan cylindrical wall plate pada transformator tipe Bambang Djaya 60 Mva di PT. Cidas Supra Mtealindo.
BAB IV PENUTUP
Bab
ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang berhubungan dengan pengujian Leak test di
PT. Cidas Supra Metalindo.
1.7
Sejarah
Perusahaan
PT.
Cidas Supra Metalindo didirikan pada tahun 1984 dengan nama PT. Cidas dan
menjadi pelopor dalam produksi mati untuk memasok komponen auto body pressed.
Setelah pengembangan pasar otomotif, rangkaian produk diperluas ke Jig
(pengelasan dan inspeksi) dan perlengkapan pengecekan.
Pada
akhir tahun 1997, perusahaan ini diambil alih oleh PT. Banten Jawa Persada dan
mendirikan manajemen baru dengan nama perusahaan baru: PT. Cidas Supra
Metalindo. Namun, bisnis inti tetap sama dengan autobody yang menekan spesialis
bagian. Dengan mempertimbangkan kekuatan dan kemampuan perusahaan dalam
pekerjaan presisi, manajemen baru telah memutuskan untuk memperluas bisnis
pendukungnya dalam fabrikasi termasuk struktur baja dan mesin serta memberikan
layanan pemeliharaan untuk pekerjaan mekanik dan listrik.
Adapun
izin dari pemerintah yang menunjang berdirinya PT. Cidas Supra Metalindo yaitu
:
1. Surat
Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 00805/10-20/PB/P1/III/2011 tanggal 23 Maret
2011 dari Pemerintah Kabupaten Bogor Badan Perizinan Terpadu.
2. Surat
Keterangan Terdaftar (SKT) Migas No. 0082 /SKT-02/DMT/2011, No. 0012
/SKT-03/DMT/2011, No. 0040 /SKT-01/DMT/2011 tanggal 24 Februari 2011 dan SKT
No. 0141 /SKT-02/DMT/2011 Pada tanggal 18 Maret 2011.
3. Surat
Kemampuan Usaha Penunjang Migas No. 16870/19.07/DMB/2012 tanggal 23 Nopember
2012.
1.7.1
RuangLingkup
PT. Cidas Supra
Metalindo adalah industri pendukung untuk sektor otomotif. Produk utamanya dies, yang menyumbang 80%
dari total penjualan perusahaan, dan 20% berasal dari Jig and Checking Fixture.
.
Perusahaan ini
merupakan satu dari enam perusahaan manufaktur yang beroperasi di Indonesia
mulai dari skala sedang hingga besar. Pada tahun 2000, perusahaan mulai
memperluas bisnisnya dan melakukan diversifikasi produknya ke fabrikasi baja.
Berikut
ini adalah pengelompokan pilar produk dari PT. Cidas Supra Metalindo :
1.
Automotive
Produk
automotive sendiri meliputi sebagai berikut :
a.
Press Dies
b.
Jig
c.
Stamping/ Press
Part
2.
Steel Fabrication
Produk dari
steel fabrication meliputi sebagai berikut :
a.
Power Transformer
b.
Oil and Gas
c.
Storage Tank
d.
Water, Diesel, Mud
Tank
e.
Infrastructure
f.
Hydro Power Project
3.
Service and
Maintenance
Selain mengembangkan fabrikasi
baja, PT. Cidas Supra Metalindo juga memiliki pengalaman dalam pelayanan
mekanik, terutama untuk perawatan dan perbaikan peralatan pelabuhan laut
. DAFTAR PUSTAKA
[1] William
Durfee, Zongxuan Sun and James Van de Ven, Fluid
Power System Dynamics, Center for Compact and Efficient Fluid Power, USA,
2015.
[2] Peter
Croser and Frank Ebel, Pneumatics,
Basic Level, Festo Didactic, 2002.
[3] PT. Cidas Supra Metalindo.
Komentar
Posting Komentar